Ayahku sudah meninggal, Ibuku sakit keras, aku harus membelikan obat setiap hari. Obat itupun tidak murah, dan aku tau uang hasil bekerjaku tidak akan cukup untuk terus membeli obat itu. Aku harus menambah penghasilan ku perhari! Aku memikirkan pekerjaan yang mendapat banyak uang, dan memberi ku kesenangan saat menjalaninya. Aku memikirkan sesuatu, tapi itu tak mungkin ku lakukan. Bagaimana dengan keperawananku? Bagaimana bila aku hamil? Siapa yang akan bertanggung jawab?
Aku memutuskan untuk melakukan pekerjaan hina itu demi ibuku. Selasa malam tanggal 1 Juli 2008, aku berdiri di sekitar jalan Dagen, dekat hotel, dan menunggu seorang pria memanggilku. Tidak lama kemudian ada orang memanggilku, “Mbak-mbak, apakah anda dapat memuaskan ku??” tanya mas-mas berkemeja rapi. Aku tau maksudnya, lalu aku bertanya, “Memuaskan anda? Anda bisa bayar berapa?” mas-mas itu berkata “hmmm, bagaimana jika 500 ribu?”aku kaget, itu 10 kali pendapatan ku sehari, aku langsung menjawab,“oke, 500 ribu!”.
Dia jalan ke salah satu hotel di jalan Dagen ntu memesan kamar, lalu aku ikut mengikutinya. Dikamar, aku sungguh deg degan, dia memulai membuka bajunya, lalu dia membuka celananya, setelah itu membuka celana dalamnya, aku sungguh takut dan diam saja. Mas-mas itu berkata,”Santai aja, nggak sakit kok, malah enak rasanya…”, akhirnya aku membuka seluruh pakaian ku hingga tak ada sehelai kain pun menutupi ku. Dia mendekatiku, dia menindihi aku dan mengulum bibirku, aku mulai terangsang, rasanya sangat enak. Tangannya mulai beraksi, dia memengang-pegang tetekku dengan lembut, dan mulutnya masi mengulum-ulum mulutku. Karena sudah sangat terangsang, aku langsung melepaskan uluman mulutnya, dan turun ke sekitar kontolnya lalu mengemut-emutnya,, Kontolnya semakin mengeras,, lalu dia masi meremas-remas tetekku dengan lembut,, dan ketika aku menggigit-gigit kontolnya dengan lembut, tangan nya meremas-remas tetekku dengan kasar, dan aku mulai merintih karena sangat terangsang “Arhhh”.
Dia mulai lelah dengan permainan ku, dia langsung memasukkan kontolnya kedalam memeckku yang sudah agak basah karena terangsang, “arhh, enak!!!” serunya, lalu aku membalas, “Goyangin donkk kontolmu! Payah!”, dia menyodok nyodok memecku dengan kencang, lalu aku berteriak “terusssshhh omm, terussshh, enakhh omm, teruussshh !!!”, dia membuat semuanya menjadi cepat, meremas-remas tetekku, mengulum-ulum mulutku, dan menyodok-nyodok memeckku dengan cepat…
Aku mulai beraksi lagi, aku kembali mengulum mulutnya, memegang tangan nya yang sedang meremas-remas tetekku, dan kakiku bergerak naik turun dengan semakin cepat. Aku sudah merasa aku ingin orgasme, dan dia pun sepertinya begitu. Tanganku berpindah ke pantatnya dan membantu dia mempercepat gerakannya maju-mundur sambil memutar-mutar pantatnya, kontolnya ikut berputar-putar di dalam memeckku, rasanya enak sekali dan aku pun berseru sambil merintih, “Enakhhh masshhh, trusssh, tambahhh massshh..” mukanya memerah, dan bertanya “Aku sudahhh mau orgasme nihhhh, mau ta kluarinnnnshh di luarhhh, atau dikluarinhhh di dalamhhh???”, memeckku semakin basah, putaran dan kluar-masuknya kontol pun semakin lancer, lalu aku merasakan kenikmatan yang belum pernah ku rasakan selama hidupku, lalu aku menjawabnya, “Diluarr ajaahhh, biarr seruuu”, Semua berhenti, dia mengeluarkan kontolnya, aku merasakan kenikmatan itu berhenti, lalu dia memasukan kontolnya ke mulutku, seperti kemauan ku. Tiba-tiba, sperma yang sangat lezat itu keluar dari kontolnya, aku dapat merasakannya, dan terus mengemut-emut kontolnya, “hmmp, hmmp”, lalu aku menghembuskan napas dengan rasa puas, “ahhh, nikmat mas, gedhe banget kontol mas”, dia membalas ucapanku, “ahh, bisa aja kamu,memeckmu juga nikmat, tetek mu juga gedhe banget lagi, ukuran berapa? 35 ya?”, aku pun menjawab, “bukan 35, 40 nih..”. Dia pun berkata, “owh, 40, mau ngga jadi 45?” aku berseru “mau banget mass, gimana caranya?”, dia membalas “ni ada vacuum payudara, sebenernya ini buat istriku, ukuran nya cuma 30, tapi buat kamu aja, kan kita isa ML tiap hari^^,nih kartu nama saya, telpon saya ya kalo mau ML lagi, nih uang 500 ribu mu, tak tambah 200 ribu nih, soalnya kamu nikmat banget^^…”,”trima kasih mas, aku pasti pakek ni vacuum, dan pasti telpon mas besok, Muaach,”, aku menyiumnya dengan puas,”aku harus pulang nih, masi ada babak ke 2 dengan istri saya, byee,” dia pergi meninggalkanku, ya sudah aku melanjutkan ronde ke 2 di kamar hotel itu dengan terong dan pisang.
Esok nya uang ku 600ribu untuk operasi ibuku dan 100ribu dapat ku gunakan untuk keseharianku, dan sampai sekarang aku masih menjadi “PEREK”, untuk memuaskan om-om dan mas-mas setiap malam…
-THE END-
karangan :
Andre Tumadi
Selasa, 23 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar